Rabu, 09 Januari 2013

Hilangnya Hutan Tropis Mengurangi Curah Hujan

Penggundulan hutan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap curah hujan di daerah tropis dan penelitian baru telah menegaskan hal tersebut. Temuan ini memiliki potensi dampak yang merusak bagi orang-orang yang tinggal di daerah sekitar hutan Amazon dan Kongo.

Sebuah tim peneliti dari University of Leeds dan NERC Centre for Ecology & Hydrology menemukan bahwa untuk sebagian besar permukaan bumi di daerah tropis, udara yang melewati hutan yang luas menghasilkan setidaknya dua kali curah hujan lebih banyak dibandingkan udara yang melewati vegetasi kecil. Dalam beberapa kasus, hutan meningkatkan curah hujan hingga ribuan kilometer jauhnya.

Dengan menggabungkan data observasi dengan prediksi penggundulan hutan di masa depan, para peneliti memperkirakan bahwa kerusakan hutan tropis akan mengurangi curah hujan di sepanjang cekungan Amazon hingga seperlima (21 persen) di musim kemarau pada tahun 2050. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature.

Spoilerfor Penggundulan hutan dapat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap curah hujan di daerah tropis. (Credit: © Smithore / Fotolia):


Penulis utama dari penelitian ini, Dr Dominick Spracklen dari School of Earth and Environment di University of Leeds mengatakan:. “Kami terkejut menemukan bahwa efek ini terjadi sangat kuat pada lebih dari setengah daerah tropis. Kami menemukan bahwa hutan Amazon dan Kongo mempertahankan curah hujan di sepanjang pinggiran cekungan hutan, daerah di mana sejumlah besar orang hidup dan bergantung pada curah hujan untuk mata pencaharian mereka.

“Studi kami menunjukkan bahwa penebangan hutan Amazon dan hutan Kongo bisa memiliki konsekuensi bencana bagi masyarakat yang tinggal ribuan kilometer jauhnya di negara-negara sekitarnya.”

Para ilmuwan telah lama memperdebatkan apakah suatu vegetasi dapat meningkatkan curah hujan selama ratusan tahun. Telah diketahui bahwa tanaman mengembalikan kelembaban ke udara melalui daunnya dengan proses yang dikenal sebagai evapotranspirasi, tetapi kuantitas dan jangkauan geografis curah hujan yang dihasilkan oleh hutan yang besar dan luas sampai sekarang masih belum jelas. Sementara ada banyak bukti anekdot bahwa hutan secara signifikan dapat meningkatkan curah hujan, akan tetapi yang sampai sekarang terjadi adalah masih kurangnya bukti observasional.

Tim peneliti menggunakan pengamatan satelit baru yang tersedia di NASA untuk mengamati curah hujan dan vegetasi, bersama dengan model yang memprediksi pola aliran angin di atmosfer untuk mengeksplorasi dampak dari hutan tropis yang ada di bumi.

“Kami telah melihat apa yang telah terjadi pada udara di hari-hari sebelumnya, dari mana asalnya dan berapa banyak hutan yang telah dilewati udara tersebut,” kata Dr Spracklen.

Untuk memahami hubungan secara rinci, peneliti meneliti perjalanan massa udara yang tiba di berbagai bagian hutan yang berbeda, untuk melihat jumlah kumulatif daun yang menutupi perpindahan udara selama sepuluh hari sebelumnya, tidak hanya jumlah vegetasi yang dilewati udara ketika hujan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semakin banyak vegetasi yang dilalui oleh udara, kelembaban semakin meningkat dan hujan lebih banyak diproduksi.

Dr Stephen Arnold dari University of Leeds, mengatakan: “Pengamatan menunjukkan bahwa untuk memahami bagaimana hutan mempengaruhi curah hujan, kita perlu menjelaskan bagaimana udara telah berinteraksi dengan vegetasi selama perjalanannya hingga ribuan kilometer melalui atmosfer. Hal ini memiliki implikasi yang signifikan tentang bagaimana pembuat kebijakan harus mempertimbangkan dampak lingkungan dari penggundulan hutan, karena dampaknya pada pola curah hujan tidak hanya dapat dirasakan pada skala lokal, tetapi juga pada skala benua.”

Dr. Spracklen mengatakan temuan ini menunjukkan pentingnya inisiatif untuk melindungi hutan tropis. “Brasil baru-baru ini membuat kemajuan dalam memperlambat tingkat penggundulan hutan yang tinggi di seluruh Amazon dan penelitian kami menekankan bahwa kemajuan ini harus dipertahankan jika ingin menghindari dampak dari perubahan curah hujan.

“Hutan Amazon mempertahankan curah hujan di atas wilayah pertanian penting di Brasil Selatan, sementara dengan menjaga hutan di Kongo, dapat meningkatkan curah hujan di wilayah Afrika Selatan di mana pertanian tadah hujan merupakan sistem yang banyak digunakan di daerah tersebut. Meningkatnya kekeringan di wilayah ini akan memiliki implikasi yang sangat besar bagi sebagian besar petani di sana.”
SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar