Rabu, 09 Januari 2013

12 Fenomena Alam Menarik di Lautan

Lautan tak hanya indah dan mengerikan jika ombak sedang bergulung-gulung, sehingga kebanyakan manusia lebih memilih untuk mengaguminya dari pantai dibanding melayari hamparan air birunya yang tak berujung. Selain kedua hal tersebut, laut juga memiliki misteri dan fenomena yang di antaranya bahkan belum dapat dipecahkan penyebabnya. Berikut ini adalah 13 fenomena alam yang berhasil ane rangkum dari beberapa sumber.
Spoilerfor 1. Segitiga Bermuda:

Nama ini merupakan yang paling banyak disebut dalam beberapa dekade terakhir akibat banyaknya kejadian mistrius di kawasan seluas jutaan kilometer persegi dan berada di antara tiga wilayah itu, yakni Kepulauan Bermuda, Puerto Rico, dan Fort Lauderdale. Nama Segitiga Bermuda mulai beken ketika satu skuadron tempur yang terdiri atas lima pembom torpedo Angkatan Laut, hilang pada 5 Desember 1945. Hingga kini jasad 14 kru pesawat dan bangkai kapalnya tidak ditemukan. Menurut data, hingga kini setidaknya sudah 50 kapal dan pesawat yang dilaporkan hilang di wilayah itu.
Peta Lokasi Segitiga Bermuda
Teori yang paling meyakinkan mengenai segitiga Bermuda ini adalah yang dikemukakan Joseph Monaghan dari Monash University. Pada 2003, ilmuwan tersebut menulis artikel dalam American Journal of Physics.
Menurutnya, gelembung besar bisa terbentuk dari deposit metana padat yang dikenal dengan gas hidrat. Untuk diketahui gas metan bisa memadat di bawah tekanan besar di dalam laut. Deposit metana yang mirip es bisa pecah, berubah gas, dan menciptakan gelembung di permukaan air. Konsentrasi gas yang lepas bisa menyebabkan kerusakan alat elektronik pada pesawat juga kapal. Tak hanya itu, kapal bisa tenggelam di lokasi tersebut karena pengurangan kepadatan (densitas) air secara mendadak.


Spoilerfor 2. Laut Sargasso:


Peta lokasi Laut Sargasso
Banyak orang menyamakan Laut Sargasso dengan Segitiga Bermuda. Padahal perairan ini terdapat di tenggara Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik. Ada beberapa keunikan di wilayah ini. Samudera bergerak searah jarum jam, tedapat banyak alga Sargassum di dalamnya. Laut ini memiliki pusaran raksasa yang memiliki aturannya sendiri. Temperatur di luar pusaran jauh lebih tinggi dari bagian luarnya. Sejumlah orang yang berlayar di sana mengaku melihat fatamorgana: misalnya, Matahari terbit di Timur dan Barat dalam waktu bersamaan. Richard Sylvester dari University of Western Australia berpendapat, pusaran raksasa Sargasso bersifat sentrifugal — yang lantas menciptakan pusaran kecil yang mencapai wilayah segitiga bermuda. Pusaran kecil ini menimbulkan siklon mini di udara — cukup kuat untuk mencelakakan sebuah pesawat kecil.


Spoilerfor 3. Laut Setan (Devil’s Sea):


Salah satu goa di pulau dalam gugusan laut setan
Ini adalah wilayah di Pasifik, sekitar Pulau Miyake – 100 kilometer Selatan Tokyo. ‘Saudara’ Segitiga Bermuda ini tidak bisa ditemukan di peta manapun, namun para pelaut memilih untuk menghindarinya. Badai bisa muncul secara tiba-tiba dan menghilang sama mendadaknya. Paus, lumba-lumba, bahkan burung tak hidup di wilayah itu. Sembilan kapal menghilang dalam waktu lima tahun pada tahun 1950-an. Yang paling terkenal adalah menghilangnya Kaiyo Maru No.5, kapal riset Jepang. Laut Setan berada di kawasan seismik yang sangat aktif. Lantai laut bergerak konstan. Pulau vulkanik muncul dan menghilang secara reguler. Wilayah ini juga diketahui sangat aktif aktivitas siklonnya.


Spoilerfor 4. Tanjung Harapan:


Tanjung Harapan
Daerah ini juga dikenal sebagai Tanjung Badai. Kapal-kapal besar tenggelam dalam kurun waktu ratusan tahun. Sebagian besar kapal hancur karena cuaca buruk, khususnya ombak mematikan, atau ‘cape roller’. Para ilmuwan menyebutnya gelombang soliter yang tingginya bisa mencapai 30 meter, sejatinya terdiri dari dua ombak yang bergabung menjadi satu. Gelombang raksasa itu menciptakan rongga besar, yang tingginya hanya sedikit lebih rendah dari gelombang itu. Meski fenomena ombak ini bisa terjadi di laut lainnya, namun area di Tanjung Harapan yang paling bahaya.


Spoilerfor 6. Pusaran Air (maelstrom) – pelabuhan Oarai, Jepang:

Meski tak terlalu mengesankan seperti pusaran air di Laut Sargasso. Namun para pelaut tahu fenomena menakjubkan tentang pusaran jenis ini. Pusaran air ini terjadi dua kali sehari, di bagian barat laut Laut Norwegia Kata ‘maelstrom’ dipopulerkan oleh Edgar Alan Poe. Maelstrom adalah air yang berputar kuat dan besar. Permukaan air dari pusaran lebihrendah puluhan meter dari permukaan air laut. Kekuatannya puluhan kali lipat dari arus biasa. Yang aneh, pusaran berubah arah berlawanan setiap tiga sampai empat bulan. Bisa terjadi di manapun, termasuk Segitiga Bermuda. Diyakini, pusaran berputar berlawanan arah jarum jam di belahan bumi utara dan searah jarum jam di bagian bumi selatan.

Pusaran air Jepang
Pusaran air ini pernah terjadi di Jepang. Sebuah pusaran air yang sangat besar muncul di lepas pantai timur Jepang setelah tsunami melanda negara tersebut. Pusaran di dekat pelabuhan Oarai berlangsung selama beberapa jam dan terjadi karena interaksi antara arus yang deras dan keadaan geologi dari garis pantai dan dasar laut. Pusaran air seperti ini sangat umum terjadi ketika tsunami. Beberapa pusaran air yang paling terkenal dan kuat adalah Moskstraumen (juga dikenal sebagai pusaran air Lofoten), Saltstraumen, Corryvreckan dan pusaran air Old Sow. Penulis terkenal seperti Edgar Allan Poe, Jules Verne dan Herman Melville menggambarkan pusaran Lofoten dalam tulisan mereka.


Spoilerfor 7. Asap Laut – Laut Hitam, Rumania:


Sinar matahari yang hangat dapat membuat tanah yang lembab mengeluarkan uap airnya, begitu juga dengan danau, laut atau samudra jika udara di atasnya cukup dingin. Fenomena ini biasanya disebut kabut uap (jika terjadi di atas air tawar) atau asap laut (jika terjadi di atas air asin). Gambaran spektakuler di atas diambil beberapa bulan yang lalu di Rumania, yang menangkap asap laut yang sangat indah di atas Laut Hitam.


Spoilerfor 8. Suara Laut Hitam yang membeku, Ukraina:


Jika anda pernah bertanya-tanya bagaimana sebuah laut yang sedang membeku terdengar, maka inilah jawabannya. Lautan yang membeku terdengar seperti kuku yang menggaruk papan tulis. Suara ini disebabkan oleh reaksi pecahan es karena pengaruh peningkatan suhu lingkungan di lautan.


Spoilerfor 9. Pantai Cappucino - Lancashire, Inggris:


Pada bulan Desember 2011, resor tepi laut Cleveleys, Lancashire diselimuti dengan busa laut. Menurut para ahli, busa laut tersebut berasal dari molekul lemak dan protein yang berasal dari penguraian makhluk laut kecil (phaeocystis). Busa ini terbentuk ketika angin kencang menyapu sisa-sisa yang penguraian tersebut. Karena sisa-sisa penguraian ini dapat berperan sebagai senyawa agen penghasil busa.


Spoilerfor 10. Puting Beliung Air – Australia:


Empat buah puting beliung air tornado tertangkap kamera terjadi di lepas pantai Australia pada Mei 2011. Fenomena alam yang sangat menarik ini membuat takjub penduduk setempat, beberapa di antaranya telah tinggal di kawasan itu selama lebih dari 45 tahun dan belum pernah melihat puting beliung air seperti ini. Keempat puting beliung air ini mencapai ketinggian hampir 700 meter. Puting beliung air secara umum diklasifikasikan menjadi dua kategori: puting beliung air tornado dan puting beliung air biasa. Puting beliung air tornado dimulai sebagai tornado yang terjadi di atas tanah dan kemudian pindah ke air. Ukuran mereka dapat bervariasi dari beberapa meter hingga lebih dari satu kilometer tingginya dan dapat selebar puluhan meter.
 
Spoilerfor 11. Crop Circle Raksasa – Dasar laut Amami Oshima, Jepang:


Crop Circle, keren gan..
Sebuah pola melingkar unik seperti “Crop Circle” ditemukan di laut Amami Oshima, selatan Jepang. Seorang fotografer lepas senior, Yoji Ookata, yang telah mendokumentasikan kehidupan bawah laut sejak 50 tahun lalu, mengatakan ini luar biasa. Lingkaran berpola ini diciptakan oleh seekor ikan gelembung (pufferfish) jantan dengan tujuan untuk memikat ikan gelembung betina dan sebagai tempat menyimpan telur-telur hasil perkembang biakan mereka.


Spoilerfor 12. Laut Merah - Mesir:



Alang merah dan peta lokasi laut merah
Seorang ahli fisika dari Universitas Cambridge bernama Collin Humphreys yang juga seorang penulis The Miracle of Exodus mencoba menguak tabir misteri yang ada di Laut Merah. Dia mencoba melakukan penjelajahan ke pusat Teluk Aqabah dan faktanya laut itu tidak bewarna merah. Tapi seperti kebanyakan laut pada umumnya, airnya justru bewarna biru. Di sana, Collin Humphreys hanya menemukan sekumpulan alang-alang yang tumbuh subur berkat keberadaan air tawar disekitar tempat tersebut. Rupanya, pendapat atau perkataan orang-orang sering salah memahami ucapan yang biasa disebutkan dalam bahasa Inggris. Alang-alang dalam bahasa Inggris disebut dengan reed, namun oleh masyarakat setempat diucapkan dengan red (merah). Karena keberadaannya di laut, oleh masyarakat setempat dinamakan red sea (Laut Merah), padahal biasa disebut dengan the reed seas (Lautan Alang-Alang).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar